Liverpool Fc

Minggu, 01 April 2012

LIVERPOOL FC





DAFTAR PRESTASI LIVERPOOL FC


  •  Juara Divisi Satu (18 kali) : 1900/01, 1905/06, 1921/22, 1922/23, 1946/47, 1963/64, 1965/66, 1972/73, 1975/76, 1976/77, 1978/79, 1979/80, 1981/82, 1982/83, 1983/84, 1985/86, 1987/88, 1989/90
  • Juara Divisi Dua : 1893/94, 1895/96, 1904/05, 1961/62
  • Liga Lancashire : 1892-93
  • Liga Champions(5 kali) : 1976/77, 1977/78, 1980/81, 1983/84, 2004/05
  • Piala UEFA (3 kali) : 1972/73, 1975/76, 2000/01
  • Piala FA (7 kali) : 1964/65, 1973/74, 1985/86, 1988/89, 1991/92, 2000/2001, 2005/2006
  • Piala Remaja FA : 1995/96
  • Piala Liga (7 kali) : 1980/81, 1981/82, 1982/83, 1983/84, 1994/95, 2000/01, 2002/03
  • Charity Shield (14 kali : 1963/64[2], 1964/65, 1965/66, 1973/74, 1975/76, 1976/77, 1978/79, 1979/80, 1981/82, 1985/86, 1987/88, 1988/89, 1989/90, 2000/01,
  • Piala Super Eropa (3 kali) : 1977, 2001, 2005
  • Piala Super Inggris : 1985/86
  • Divisi Satu Cadangan (16 kali) : 1956/57, 1968/69, 1969/70, 1970/71, 1972/73, 1973/74, 1974/75, 1975/76, 1976/77, 1978/79, 1980/81, 1981/82, 1983/84, 1984/85, 1989/90, 1999/2000


DAFTAR SKUAD SAAT INI

Staf Pelatih

Manager Tim Pertama: Kenny Dalglish
Asisten Manager: Steve Clarke
Pelatih Tim Pertama: Kevin Keen yang
Manager Tim Cadangan: Rodolfo Borrell
Pelatih Tim Cadangan: Antonio Gomez Perez
Pelatih Kiper: John Achteburg
Kepala Analisa Teknikal: Angel Vales
Direktur Akademi: Frank McParland
Akademi Manajer Teknis: Jose Segura
Fisioterapis: Rob Harga, Chris Morgan, Louise Fawcett
Pelatih kebugaran: Darren Burgess, Phil Coles
Olahraga terapis: Felix Fernandez Ledesma
Dokter klub: Zaf Iqbal
Kit Manager: Graham Carter
Pemijat: Paulus Kecil
Teknis Analis: Dave McDonaugh

Skuad Tim Pertama

(25) GK: Pepe Reina
(32) GK: Alexander Doni
(01) GK: Brad Jones
(02) RB: Glen Johnson
(34) RB: Martin Kelly
(38) RB: John Flanagan
(23) CB: Jamie Carragher
(05) CB: Daniel Agger
(37) CB: Martin Skrtel
(16) CB: Sebastian Coates
(22) CB: Danny Wilson
(03) LB: José Enrique
(06) LB: Fábio Aurélio
(11) RM: Maxi Rodriguez
(14) RM: Jordan Henderson
(08) CM: Steven Gerrard
(21) CM: Lucas Leiva
(26) CM: Charlie Adam
(26) CM: Jay Spearing
(33) CM: Jonjo Shelvey
(19) LM: Stewart Downing
(09) CF: Andy Carroll
(07) CF: Luis Suarez
(18) CF: Dirk Kuyt
(39) CF: Craig Bellamy

Pemain saat ini keluar pada pinjaman:

GK: Peter Gulacsi – ke Hull City (Season 2011/12)
GK: Martin Hansen  – ke Bradford City
RB: Stephen Darby – ke Rochdale (Season 2011/12)
CM: Alberto Aquilani  – ke AC Milan (Season 2011/12 – view to permanent move)
MD: Joe Cole –  ke Lille (Season 2011/12)
CF: Daniel Pacheco  – ke Atletico Madrid / Rayo Vallecano (Season 2011/12)
CF: Villyan Bijev  – ke Fortuna Dusseldorf (Season 2011/12) 
CB: Daniel Wilson – ke Blackpool

Skuad Tim Cadangan

Manager: Rodolfo Borrell
GK: Tyrell Belford
GK: Jamie Stephens
RB: Emmanuel Mendy
CB: Andre Wisdom
CB: Jakub Sokolik
CB: Matthew McGiveron
CB: Stephen Sama
LB: Jack Robinson
RM: David Amoo
RM: Raheem Sterling
RM: Toni Silva
CM: Nikolaj Kohlert
CM: Michael Roberts
CM: Suso
CM: Kristjan Emilsson
CM: Conor Coady
CM: Adam Hajdu
CM: Craig Roddan
CF: Nathan Eccleston
CF: Michael N’Goo
CF: Krisztian Adorjan

Akademi (Di bawah 18 s) Skuad

GK: Connor Wearing
GK: Yusuf Mersin
RB: Patrik Poor
RB: Ryan McLaughlin
CB: Michael Wilson
CB: Joseph Rafferty
CB: Matthew Regan
LB: Tom King
LB: Brad Smith
RM: Kristoffer Peterson
CM: Jack Dunn
CM: Josh Sumner
CM: Nathan Quirk
CM: Peter Aylmer
CM: Yalany Baio
CM: Jordan Lussey
CM: Lewis Hatch
LM: Tom Walsh
LM: Sam Gainford
CF: Henoc Mukendi
CF: Dave Moli
CF: Adam Morgan

Daftar manajer Liverpool FC
NamaKebangsaanDariUntukMWDLWin%L1L2FAFLCSECUCASCatatan
CatatanPrestasi
KAMI Barclay
John McKenna
 Inggris
Irlandia Irlandia
15 Februari 189216 Agustus 189612777203060,6303000000[18] [A]
Tom Watson Inggris17 Agustus 18966 Mei 191574232914127244,3421000000[19]
David Ashworth Inggris18 Desember 191912 Februari 192313970402950,3610000000[20]
Matt McQueen Skotlandia13 Februari 192315 Februari 192822993607640,6110000000[21]
George Patterson Inggris7 Maret 19286 Agustus 19363661378514437,4300000000[22]
George Kay Inggris6 Agustus 1936Januari 19513571429312239,7810000000[23]
Don Welsh Inggris​​23 Maret 19514 Mei 195623281589334,9100000000[24]
Phil Taylor InggrisMei 195617 November 195915076324250,6700000000[25]
Bill Shankly Skotlandia1 Desember 195912 Juli 197478340719817851,9831204010[26]
Bob Paisley Inggris26 Agustus 19741 Juli 19835353071329657,3860035311[27]
Joe Fagan Inggris1 Juli 198328 Mei 198513170372453,4410010100[28]
Kenny Dalglish Skotlandia30 Mei 198521 Februari 1991307187784260,9130204000[29]
Ronnie Moran pisau belati Inggris22 Februari 199115 April 19911041540.0000000000[30]
Souness Graeme Skotlandia16 April 199128 Januari 199415765474541,4000100000[31] [B]
Roy Evans Inggris31 Januari 199412 November 1998226116575351,3300010000[32]
Roy Evans
Houllier Gérard
 Inggris
 Perancis
16 Juli 199812 November 19981876538,8900010000[33]
Houllier Gérard Perancis16 Juli 199824 Mei 2004325165817950,7700121011[34] [C]
Rafael Benítez Spanyol16 Juni 20043 Juni 2010350194777955,4300101101[35]
Roy Hodgson Inggris1 Juli 20108 Januari 201131139941,9400000000[36]
Kenny Dalglish Skotlandia8 Januari 2011Masa ini6531161847,69000100


Perkembangan Strategi dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia



Macam macam strategi pembangunan ekonomi :

Strategi Pertumbuhan

Adapun inti dari konsep strategi yang pertama ini adalah:
Strategi pembangunan ekonomi suatu negara akan terpusat pada upaya pembentukan modal, serta bagaimana menanamkannya secara seimbang, menyebar, terarah, dan memusat, sehingga dapat menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi.
Selanjutnya bahwa pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah melalui proses merambat kebawah (trickle-dowm-effect)- pendistribusian kembali.
Jika terjadi ketimpangan atau ketidakmerataan, hal tersebut merupakan persyaratan terciptanya pertumbuhan ekonomi.
Inti dari konsep strategi ini adalah, dengan ditekannya peningkatan pembangunan melalui teknik sosial engineering, seperti halnya melalui penyusunan perencanaan induk, dan paket program terpadu.

Strategi Ketergantungan

Tidak sempurnanya konsep strategi pertama dan strategi kedua mendorong para ahli ekonomi mencari alternatif lain, sehingga pada tahun 1965 muncul strategi pembangunan dengan nama strategi ketergantungan. Inti dari konsep ketergantungan adalah:
Kemiskinan di negara-negara berkembang lebih disebabkan karena adanya ketergantungan negara tersebut dari pihak/negara lainnya. Oleh karena itu jika suatu negara ingin bebas dari kemiskinan dan keterbelakangan ekonomi, negara tersebut harus mengarahkan upaya pembangunan ekonominya pada usaha melepaskan diri dari ketergantungan dari pihak lain. Langkah yang dapat ditempuh diantaranyanadalah; meningkatnya produksi nasional, yang disertai dengan peningkatan kemampuan dalam bidang produksi, lebih mencintai produk nasional, dan sejenisnya.
Teori ketergantungan ini kemudian dkritik oleh Kothari dengan mengatakan "... teori ketergantungan tersebut memang cukup relevan, namun sayangnya telah menjadi semacam dalih terhadap kenyataan dari kurangnya usaha untuk membangun masyarakat sendiri (selfdevelopment). Sebab selalu akan gempang sekali bagi kita untuk menumpahkan semua kesalahan pihak luar yang memeras, sementara pemerasan yang terjadi di dalam lingkungan masyarakat kita sendiri dibiarkan saja..." (Kothari dalam Ismid Hadad, 1980)

Strategi Yang Berwawasan Ruang

Strategi ini dikemukakan oleh Myrdall dan Hirrschman, yang mengemukakan sebab-sebab kurangn mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah yang lebih maju/kaya. Menurut mereka kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah kaya atau maju dikarenakan kemampuan/pengaruh menyebar dari kaya ke miskin (spread effects) lebih kecil daripada terjadinya aliran sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya (back-wash effect). Perbedaan pandangan kedua tokoh tersebut adalah, bahwa Myrdall tidak percaya bahwa keseimbangan daerah kaya dan miskin akan tercapai, sedangkan Hirschman percaya, sekalipun baru akan tercapai dalam jangka panjang.

Strategi Pendekatan Kebutuhan Pokok

Sasaran dari strategi ini adalah menanggulangi kemiskinan secara massal. Strategi ini selanjutnya dikembangkan oleh Organisasi Perburuhan Indonesia Sedunia (ILO) pada tahun 1975), dengan menekankan bahwa kebutuhan pokok manusia idak mungkin dapat dipenuhi jika pendapatan masih rendah akibat kemiskinan yang bersumber pada pengganguran. Oleh karena itu sebaiknya usaha-usaha diarahkan pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan pemenuhan kebutuhan pokok, dan sejenisnya.






FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI

Pada dasarnya faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan strategi pembangunan ekonomi adalah tujuan yang khendak dicapai.

faktor yang mempengaruhi dipilihnya strategi penciptaan lapangan pekerjaan adalah tidak bekerjanya trickle down effect, pemerataan pembangunan yang pincang, pengganguran yang cukup besar khususnya di sektoe tradisional yang dipihak lain masih didukung laju pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi.

Faktor yang mempengaruhi diberlakukannya strategi Pembangunan yang berorientasi pada penghapusan kemiskinan-kemiskinan pada dasrnya dilandasi keinginan, berdasarkan norma tertentu, bahwa kemiskinan harus secepat mungkin dibatasi. Sementara itu strategi-strategi pembangunan yang lain ternyata sangat sulit mempengaruhi atau memberikan manfaat secara langsung kepada golongan miskin ini.

Strategi pembangunan, seperti telah diuraikan, ternyata malah menimbulkan ketidakmerataan hasil pembangunan. Kemerataan itu tidak hanya antargolongan masyarakat, tetapi juga antar daerah. Sehingga ada daerah maju dan daerah terbelakang. Ketimpangan antar daerah ini pada dasarnya disebabkan oleh kebijaksanaan penanaman modal yang cendrung hanya diarahkan kelokasi tertentu. Biasanya modal yang ditanamkan tersebut bersifat padat modal dan outputnya berorientasi ke pasar Internasional dan atau kelompok menengah ke atas di dalam negeri. dalam kebijaksanaan ini ternyata bekerjanya prinsip spread effect( bandingkan dengan prisip trickle down effect) lebih lemah dibandingkan dengan bekerjanya back-wash effect (Proses mengalirnya dana sumber daya dari daerah terbelakang (desa) ke daerah maju (kota) ), sehiongga strategi penanaman modal itu mengakibatkan makin miskinnya daerah terbelakang, khususnya pemiskinan sumber dayanya.

Selain karena kebijaksanaan penanaman modal, ketimpangan antar daerah juga disebabkan karena potensi daerah yang berbeda-beda. faktor-faktor yang mempengaruhi diberlakukannya strategi pembangunan yang berorientasi pada pemerataan antar daerah adalah potensi anyar daerah yang berbeda, kebijaksanaan penanaman modal yang berat sebelah (urban bias: penanaman modal hanya di sektor yang sangat menguntungkan, biasanya di daerah perkotaan), dan karena adanya ketimpangan antar daerah.

STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI DI INDONESIA

Sebelum Orde Baru strategi pembangunan di Indonesia secara teori telah diarahkan pada usaha pencapaian laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun pada kenyataannya nampak adanya kecenderungan lebih menitik beratkan pada tujuan-tujuan politik dan kurang memperhatikan pembangunan ekonomi. Sedangkan pada awal Orde Baru, strategi pembangunan di Indonesia lebih diarahkan pada tindakan pembersihan dan perbaikan kondisi ekonomi yang mendasar, terutama usaha-usaha untuk menekan laju inflasi yang sangat tingi (Hyper Inflasi). Strategi-strategi trsebut kemudian dipertegas dengan ditetapkan sasaran-sasaran dan titik berat setiap Repelita, yaitu :
·         REPELITA I : Meletakkan titik berat pada sektor pertanian dan industri yang mendukung sektor pertanian meletakkan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya
·         REPELITA II : Meletakkan titik berat pada sektor pertanian dengan meningkatkan industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku meletakkan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya
·         REPELITA III : Meletakkan titik berat pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi meletakkan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya
·         REPELITA IV : Meletakkan titik berat pada sektor pertanian untuk melanjutkan usaha-usaha menuju swasembada pangan dengan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin-mesin industri sendiri, baik industri ringan yang akan terus dikembangkan dalam Repelita-repelita selanjutnya


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Strategi Pembangunan Ekonomi

Pada prinsipnya, pemilihan strategi apa yang akan digunakan dalam prosos pembangunan sangat dipengaruhi oleh pertanyaan ‘Apa tujuan yang hendak dicapai?" Pada dasarnya faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan strategi pembangunan ekonomi adalah tujuan yang hendak dicapai. Apabila yang ingin dicapai adalah tingkat pertumbuhan yang tinggi, maka faktor yang mempengaruhi digunakannya strategi tersebut adalah tingkat pertumbuhan ekonomi yang rendah, akumulasi kapital yang rendah, tingkat pendapatan pada kapital yang rendah, struktur ekonomi yang berat ke sektor tradisonal yang juga kurang berkembang. Jika tujuan yang hendak dicapai adalah menciptakan masyarakat yang mandiri, maka strategi ketergantungan-lah yang mungkin akan dipakai. Jika tujuan yang ingin dicapai adalah pemerataan pembangunan, maka strategi yang berwawasan ruang-lah yang akan digunakan.

Perencanaan Pembangunan
Apapun definisi perencanaan pembangunan, menurut Bintoro Tjokroamidjojo, manfaat perencanaan adalah :
1. Dengan adanya perencanaan diharapkan terdapatnya suatu pengarahan kegiatan, adanya pedoman bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian tujuan pembangunan.
2. Dengan perencanaan maka dapat dilakukan suatu perkiraan terhadap hal-hal dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui. Perkiraan dilakukan mengenai potensi-potensi dan prospek-prospek perkembangan, tetapi juga mengenai hambatan-hambatan dan resiko-resiko yang mungkin dihadapi. Perencanaan mengusahakan supaya ketidakpastian dapat dibatasi seminim mungkin.
3. Perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara yang terbaik atau kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang terbaik.
4. Dengan perencanaan dapat dilakukan penyusunan skala prioritas. Memilih urutan-urutan dari segi pentingnya suatu tujuan, sasaran maupun kegiatan usahanya.
5.  Dengan adanya rencana maka akan ada suatu alat pengukur untuk mengadakan suatu pengawasan dan evaluasi.
6. Penggunaan dan alokasi sumber-sumber pembangunan yang terbatas adanya secara lebih efisien dan efektif. Diusahakan dihindarinya keborosan-keborosan. Suatu usaha untuk mencapai output/hasil secara maksimal daripada sumber-sumber yang tersedia.
7.  Dengan perencanaan, perkembangan ekonomi yang mantap atau pertumbuhan ekonomi yang terus menerus dapat ditingkatkan.
8. Dengan perencanaan dapat dicapai stabilitas ekonomi, menghadapi siklis konjungtur

Dalam sejarah perkembangannya, perencanaan pembangunan ekonomi Indonesia dibagi dalam beberapa periode, yakni :


Periode Orde Baru, dibagi dalam :
• Periode 1945 – 1950
• Periode 1951 – 1955
• Periode 1956 – 1960
• Periode 1961 – 1966

Periode Setelah Orde Baru dibagi dalam :
• Periode 1966 s/d periode stabilisasi dan rehabilitasi
• Periode Repelita I : 1969/70 – 1973/74
• Periode Repelita II : 1974/75 – 1978/79
• Periode Repelita III : 1979/80 – 1983/84
• Periode Repelita IV : 1984/85 – 1988/89
• Periode Repelita V : 1989/90 – 1993/94



Sumber :
http://wikipedia.com