Liverpool Fc

Senin, 18 November 2013

Tugas Individu Tentang Penulisan ilmiah

·         Penulisan Daftar Pustaka Sistem Harvard (author-date style)

            Sistem Harvard menggunakan nama penulis dan tahun publikasi dengan urutan pemunculan berdasarkan nama penulis secara alfabetis. Publikasi dari penulis yang sama dan dalam tahun yang sama ditulis dengan cara menambahkan huruf a, b, atau c dan seterusnya tepat di belakang tahun publikasi (baik penulisan dalam daftar pustaka maupun sitasi dalam naskah tulisan). Alamat Internet ditulis menggunakan huruf italic. Terdapat banyak varian dari sistem Harvard yang digunakan dalam berbagai jurnal di dunia.
Contoh :
Buller, H. and Hoggart, K. (1994a). 'New drugs for acute respiratory distress syndrome', New England Journal of Medicine, vol. 337, no. 6, pp. 435-439.
Buller, H. and Hoggart, K. (1994b). ‘The social integration of British home owners into French rural communities’, Journal of Rural Studies, 10, 2, 197–210.
Dower, M. (1977). ‘Planning aspects of second homes’, in J. T. Coppock (ed.), Second Homes: Curse or Blessing?, Oxford, Pergamon Press, pp.210–37.
Palmer, F. R. (1986). Mood and Modality, Cambridge, Cambridge University Press.
Grinspoon, L. & Bakalar, J.B. (1993). Marijuana: the forbidden medicine, Yale University Press, London
Contoh melakukan perujukan sumber pustaka dalam naskah tulisan :
"Smith (1983) menemukan bahwa tumbuhan pengikat N dapat diinfeksi oleh beberapa spesies Rhizobium yang berbeda”.
"Integrasi vertikal sistem rantai pasokan dapat menghemat total biaya distribusi antara 15% sampai 25 % (Smith 1949, Bond et al. 1955, Jones dan Green 1963)."
"Walaupun keberadaan Rhizobium normalnya mampu meningkatkan pertumbuhan kacang-kacangan (Nguyen 1987), namun telah didapat pula hasil yang berbeda bahkan berlawanan (Washington 1999)."

·         Penulisan Daftar Pustaka Sistem Vancouver (author-number style)
            Sistem Vancouver menggunakan cara penomoran (pemberikan angka) yang berurutan untuk menunjukkan rujukan pustaka (sitasi). Dalam daftar pustaka, pemunculan sumber rujukan dilakukan secara berurut menggunakan nomor sesuai kemunculannya sebagai sitasi dalam naskah tulisan, sehingga memudahkan pembaca untuk menemukannya dibandingkan dengan cara pengurutan secara alfabetis menggunakan nama penulis seperti dalam sistem Harvard. Sistem ini beserta variasinya banyak digunakan dibidang kedokteran dan kesehatan.
Contoh :
(1) Prabowo GJ and Priyanto E. New drugs for acute respiratory distress syndrome due to avian virus. N Ind J Med. 2005;337:435-9.
(2) Grinspoon L, Bakalar JB. Marijuana: the forbidden medicine. London: Yale University Press; 1993.
(3) Feinberg TE, Farah MJ, editors. Behavioural neurology and neuropsychology. 2nd ed. New York: McGraw-Hill; 1997.
(4) Grimes EW. A use of freeze-dried bone in Endodontics. J Endod 1994; 20: 355-6.
(5) Morse SS. Factors in the emergence of infectious disease. Emerg Infect Dis [serial online] 1995 Jan-Mar; 1(1):[24 screens]. Available from: URL: http://www/cdc/gov/ncidoc/EID/eid.htm. Accessed December 25, 1999.
(6) Amerongen AVN, Michels LFE, Roukema PA, Veerman ECI. 1986. Ludah dan kelenjar ludah arti bagi kesehatan gigi. Rafiah Arbyono dan Sutatmi Suryo. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 1992. h. 1-42.
(7) Salim S. Pengaruh humiditas dan waktu penyimpanan serta cara curing terhadap sifat fisik, kimia dan mekanik akrilik basis gigi tiruan. Disertasi. Surabaya: Pascasarjana Universitas Airlangga; 1995. h. 8-21.
Contoh melakukan perujukan sumber pustaka dalam naskah tulisan :
"Uraian tentang dampak dari meluasnya flu burung telah disampaikan oleh penulis dalam publikasi yang lain (1). Beberapa penulis lain juga telah membahas secara luas terkait dengan masalah sosial yang berkaitan dengan fenomena tersebut, terutama Lane (2,3) dan Lewis (4). Hasil penelitian dari beberapa sumber menunjukkan bahwa penggunaan obat flu konvensional dalam kasus flu burung dapat berakibat fatal (1,4,5) bahkan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kematian mendadak (3,6).

Dua sumber bacaan berikut dapat digunakan untuk membantu penguasaan teknik penulisan:
Gunawan AW, Achmadi SS, Arianti L. 2004. Pedoman Penyajian Karya Ilmiah. Bogor: IPB Pr.





·         Buku
Contoh dalam Daftar Acuan:

Keates, J.A. 1973. Cartographic Design and Production. London: Longmans.
Vanclay, F., and D. Bronstein. 1985. Environmental and social impact assessment. New
York: Wiley & Sons
McCafrey, R., Y.Bock, and J.Rais. 1990. Crustal deformation and oblique plate convergence
in Sumatera. Eos.Trans. 71: 637

Catatan: Dalam Daftar Acuan tidak diperkenankan memakai et al. artinya “et alii” artinya “dan lainlain”.
Semua nama penulis atau kontributor pada penulisan tersebut ditulis dalam Daftar Acuan, sesuai
aturan baku. Hanya dalam teks, dapat dipakai et al. jika penulis lebih dari dua orang, di belakang nama penulis pertama yang merupakan entry dalam Daftar Acuan.

Dalam teks mengacu pada contoh sumber informasi di atas ditulis sebagai berikut:

(Keates 1973)
(Vanclay & Bronstein 1985)
(McCafrey et al. 1990)

Perhatikan “et al.” ditulis selalu dengan huruf italic (miring) dan setelah “al” diikuti dengan titik,
karena ini kependekan dari “alii” (artinya: “and others”, “dan lain-lain”). “et” artinya “dan” atau dalam bahasa Inggeris “and” sehingga tidak diikuti dengan titik (bukan kependekan) Kalau para penulis adalah editor, bukan yang menulis sendiri, maka di tambah di belakang nama atau nama-namanya dengan singkatan ed. (artinya “editor”), contoh 1), atau dalam tanda kurung (contoh 2) sebelum menulis angka “tahun” penulisan. Dalam bahasa Inggeris dipakai Eds. jika editornya lebih dari satu orang. (Editors)

Kata ed atau eds ditulis dengan huruf miring
Contoh: White, A.T., P.Martosubroto, and M.S.M. Sadorra. eds. 1989. atau
White, A.T., P. Martosubroto, and M.S.M. Sadorra (eds). 1989.
·         Bab dari Buku atau salah satu topik dalam Prosiding

Contoh:

Rabben, E.L. 1990. Fundamentals of Photo Interpretation. Dalam: Manual of Photographic
Interpretation. Colwell, R. ed. Virginia: Americam Society of Photogrammetry. pp. 117-149

Artinya: Penulis mengacu kepada tulisan E.L.Rabben dalam Bab: Fundamentals of Photo Interpretation, yang merupakan salah satu Bab buku Manual of Photo Interpretation, yang di-edit oleh Colwell. Bab tersebut berada dari halaman 117 sampai dengan 149.


Contoh:
Bergin, A, and D. Lawrence. 1993. Aboriginal and Torres Strait Islander Interests in the Great
Barrier Reef Marine Park. In Proceeding turning the tide: Indigenous sea rights. Townville:
Northern Territory University Law School

Penjelasan: Penulis mengacu pada tulisan A.Bergen dan D.Lawrence yang berjudul “Aborigin and Torres Strait Islander Interest in the Great Barrier Marine Park”. Tulisan ini berada dalam satu Prosiding dari Konperensi International yang diorganisir oleh Northern University Law School dengan topik “Turning the Tide: Indigenous Sea Rights”, yang diterbitkan pada tahun 1993.

·         Majalah Terbitan Berkala
Majalah terbitan berkala memiliki identifikasi : Nama Majalah,, Volume (Isi) dan Nomor Urut untuk setiap Volume, dan keteraturan terbitan, seperti bulanan (monthly) dengan 12 nomor/volume, kuartalan (quarterly) dengan 4 nomor/volume dan dua-bulanan (bi-monthly) dengan 6 nomor/volume. Untuk sumber dari majalah, Volume, Nomor dan nomor halaman-halaman di mana tulisan itu dikutip, ditulis sebagai berikut:

Vol. XIX, Nomor 6, pp.245-249. Bagi majalah di mana nomor halaman berjalan dari awal volume (misalnya awal volume XIX No.1), maka nomor volume tidak ditulis lagi.

Misalnya Vol.XIX: 245-249
Nomor Volume dapat juga berupa nomor arab. Misalnya Vol.19: 245-249

Jika nomor halaman selalui dimulai pada setiap nomor dari tiap volume, maka nomor majalah perlu ditulis.

Misalnya: 10 (3): 24-28, artinya Volume 10, Nomor 3, halaman 24-28

Dalam Chicago style, nama kota tidak ditulis lagi bagi journal yang telah mendunia, karena para
ilmuan yang terkait telah mengetahuinya. Bagi journal yang tidak terkenal atau terkenal terbatas ,
maka nama kota ditulis sesudah nomor volume, nomor majalah dan halaman di mana informasi berada dengan tanda baca “titik“ kemudian nama kota, diakhiri dengan tanda baca “titik-dua” dan nama pernerbit dari majalah tersebut.

Contoh: 10 (3): 24-28. Jakarta: Ikatan Surveyor Indonesia

Dalam bibliografi internasional juga dibakukan penulisan akronim dari journal tersebut dan akronim baku ini dipakai dalam daftar acuan. Lihat contoh-contoh di bawah ini: 33 Contoh ini diambil dari Journal “Marine Geodesy” yang mensyaratkan Chicago Style dipakai untuk penulisan ilmiah dalam Chicago Style.

1. Currie, R.G. 1974. Solar cycle signal in surface air temperature. J.Geophys.Res. 79:567- 5600
2. Chen, G., and R.Ezraty. 1999. Variations of southern ocean sea level and its possible relation
with Antarctic sea ise. Int. J. Rem. Sens. 20(1): 31-47
3. Brwon, W., W.Munk, F.Snodgrass, H.Mofjeld, and B.Zetler. 1975. Mode bottom experiment.
J. Phys. Oceano. 5:75-85
4. Brigham, E.O. 1973. The fast Fourier transform. New York:Prentice-Hall
5. Bendat, J.S., and A.G.Piersol. 1986. Random Data: Analysis and measurement procedures (2nded. rev. and expanded). New York: John Wiley & Sons

Analisis dari daftar acuan tersebut di atas: 4
No. 1: J.Geophys.Res. adalah akronim baku dari Journal of Geophysical Research dan ditulis dengan huruf miring (italic). Volume di mana tulisan itu dimuat adalah volume 79 dengan nomor urut 567-5600. Judul tulisan ditulis denga huruf kecil kecuali kata awal dengan huruf besar.
No.2 : Ada 2 penulis dan kata “and” di awali dengan koma (ini dalam bahasa Inggeris) dalam bahasa Indonesia saya usul tanpa koma dulu. Int. J. Rem Sens. Adalaj akronim baku untuk International Journal on Remote Sensing. Antarctic pakai huruf besar karena ini nama diri dari kutub selatan. 20(1):31-47 berarti volume 20 nomor 1 dan halaman 31 s/d 47. Ini berlaku untuk majalah-majalah yang nomor urutnya selalui dimulai dengan halaman 1 setiap nomor dalam volume tersebut.
No.3: J.Phys. Oceano. adalah singkatan baku dari Journal of Physical Oceangography. Volume 5
nomor urut 75 s/d85
No.4: Kalau contoh no. 1, 2 dan 3 tidak tercantum nama kota dan nama penerbitnya karena journal journal ini telah tercatat dalam daftar journal-journal terakreditasi dan dicatat dalam bibliografi internasional.

Dalam contoh No.4 adalah untuk buku. Judul buku ditulis dengan huruf miring dan Fourier dimulai dengan huruf besar karena ini berasal dari nama orang. Contoh nama penerbit dan kota di mana buku diterbitkan ditulis dengan nama kota diikuti tanda baca titik-dua dan nama penerbit. Nama negara sudah tidak dicantumkan lagi karena Prentice Hall sudah dikenal secara internasional. Bagi Indonesia, di mana majalah nasional kita belum tercatat dalam bibliografi internasional, sebaiknya nama majalah ditulis secara lengkap. Juga ditulis nama kota di mana majalah dan buku yang dikutip tersebut diterbitkan

Contoh:
Pomeroy, R.S. 1995. Community-based and co-management institutions for sustainable
coastal fisheries management in Southeast Asia. Ocean & Coastal Management 27(3): 143-
162.

Dengan kata lain, makalah R.S.Pomeroy dengan judul “Community-based and co-management
institutions………..” berada dalam majalah Ocean & Coastal Management, Volume 27, No.3, dan berada pada halaman 143 – 162. Antara Management dan 27 (3) tidak diberi titik

Bock,Y., R. McCaffrey, J. Rais, and I. Murata. 1990. Geodetic studies of oblique plate
convergence in Sumatera. Eos Transaction 71: 857.

Keterangan: Eos Trans adalah akronim dari Earth Observation Systems Transaction, adalah publikasi berkala, Volume 71, halaman 857.



.
Sumber :
·         Panduan PKMI. http://setia.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/7837/panduanPKMI.pdf. Diakses pada tanggal 18 November 2013 Pukul 17.27
·         http://edi_mp.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/20476/Tata+Cara+Penulisan+Pustaka. Tata cara penulisan pustaka diakses pada tanggal 18 November 2013 pukul 16.35


Kamis, 24 Oktober 2013

Saya tau :)

Sekarang saya menyadarinya, saya tidak hanya kagum pada sosok yang dingin itu. Perlahan namun pasti saya mulai menyayanginya. Saya tau mungkin saya gila, saya tidak peduli jika teman teman mengatakan hal hal yang tidak membuat saya senang jika mereka membicarakan kamu yang dingin itu. Aku tidak peduli, karena yang hanya dapat merasakan nya hanya saya dan si dingin itu.

Saya tau dia tidak sebaik apa yang saya pikirkan, saya tau bahkan sangat tau. Tapi saya juga tau bahwa si dingin itu bisa berubah menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Saya tidak pernah berpikir dia akan berubah untuk saya, saya hanya berharap dia akan berubah untuk dirinya sendiri. Sekarang saya hanya ingin melihat dia lebih baik, lebih baik dari sebelumnya 

Selasa, 01 Oktober 2013

ANALOGI, SINONIM, ANTONIM DAN LOGIKA

ANALOGI
1.      BAROMETER : TORICELLI =
a.       Penissilin : fleming
b.      Electron : newton
c.       Lampu pijar : rontgen
d.      Radio : Marconi
e.       Piala : nobel

Jawaban : d
Pembahasan:
“BAROMETER : TORICELLI” merupakan pasangan kata yang mempunyai hubungan sebagai suatu alat ( barometer ) dengan orang yang menemukannya ( toricelli ).
Jadi, pasangan kata yang mempunyai hubungan kata yang sama adalah “radio : Marconi”. Marconi adlah penemu radio.

2.      INTERKOM : KOMUNIKASI =
a.       Pekarangan : rumah
b.      Capek : rehat
c.       Buku : perpustakaan
d.      Lauk : makan
e.       Pohon : hutan

Jawaban : e
Pembahasan :
“INTERKOM : KOMUNIKASI” merupakan pasangan kata yang menyatakan salah satu bagian dari yang lainnya. ( intercom adalah merupakan salah satu bagian komunikasi).
Jadi pasangan kata yang mempunyai hubungan sama adalah “pohon : hutan”. ( pohon adalah salah satu daribanyak tumbuhan dihutan).

3.      DONGENG : PERISTIWA=
a.       Fiktif : fakta
b.      Data : ramalan
c.       Tesis : antithesis
d.      Rencana : proyeksi
e.       Dugaan : hipotesis

Jawaban : a
Pembahasan :

“DONGENG : PERISTIWA” merupakan pasangan kata yang menyatakan kejadian yang tidak benar benar terjadi dengan kejadian yang benar benar terjadi.
Jadi pasangan kata yang mempunyai hubungan sama adalah “fiktif : fakta”.

4.      RAMALAN : ASTROLOGI=
a.       Fosil : antropologi
b.      Sekolah : pedagogic
c.       Asal usul bangsa : etimologi
d.      Penyakit : patologi
e.       Asal usul kata : etnologi

Jawaban : d
Pembahasan :
“RAMALAN : ASTROLOGI” merupakan pasangan kata yang menyatakan bagian dari suatu ilmu pengetahuan.
Jadi, pasangan kata yang mempunyai hubungan sama adalah “penyakit : patologi”. ( patologi adalah ilmu tentang penyakit )

5.      KELOPAK MATA : KORDEN =
a.       Rumah : pintu
b.      Cat : tembok
c.       Tembok : jendela
d.      Mata : jendela
e.       Masker : muka

Jawaban : d
Pembahasan :
“KELOPAK MATA : KORDEN” merupakan pasangan kata yang mempunyai fungsi sama, untuk menutup.
Jadi, pasangan kata yang mempunyai hubungan sama adalah “mata : jendela”. ( mata ditutup dengan kelopak mata dan jendela ditutup dengan korden/gorden ).

SINONIM
1.      DESKRIPSI=
a.       Pelukisan
b.      Pembatalan skripsi
c.       Penanaman modal
d.      Pemahatan naskah
e.       Pemangkasan

Jawaban : a
Pembahasan :

DESKRIPSI : pemaparan atau penggambaran dengan kata kata secara jelas dan terperinci.
Jadi, kata yang mempunyai arti yang sama dengan deskripsi adalah pelukisan.

2.      FLEGMATIS=
a.       Hipotesis
b.      Fleksibel
c.       Bertemperamen lamban
d.      Berbau getah bening
e.       Pragmatis

Jawaban : c
Pembahasan :

FLEGMATIS : bertempramen lamban, tidak mudah terangsang, dan mempunyai kebiasaan yang sukar diubah.
Jadi, pengertian yang sama dengan flegmatis adalah bertempramen lamban.

3.      FRAGMENTASI=
a.       Penceramah
b.      Pencuplikan
c.       Pembabakan
d.      Pemanisan
e.       Peragian

Jawaban : b
Pembahasan :

FRAGMENTASI : pencupikan ( cerita ) ; atau pembiakan seksual dengan jalan membelah menjadi beberapa bagian, setiap bagian dapat berkembang menjadi organisme baru ( biologi ).
Jadi, arti yang sama dengan fragmentasi adalah pencuplikan.

4.      INTERIM=
a.       Sementara
b.      Internal
c.       Selingan
d.      Antar pribadi
e.       Wawncara

Jawaban : a
Pembahasan:

INTERIM :  Sementara; sementara waktu.
Jadi, arti yang sama dengan interim adalah sementara

5.      DEMISIONER=
a.       Pension
b.      Calon gagal
c.       Habis masa jabatan
d.      Kartu mati
e.       Mengemban bisnis

Jawaban : c
Pembahasan :

DEMISIONER : keadaan tanpa kekuasaan ( misalnya suatu kalimat yang telah mengembalikan mandate kepada kepala negara, tetapi masih melaksanakan tugas sehari hari sambil menunggu dilantiknya cabinet baru )
Jadi, arti yang sama dengan demisioner adalah habi masa jabatan.



ANTONIM
1.      INTROJEKSI ><
a.       Proyeksi
b.      Bias
c.       Forecasting
d.      Perpaduan
e.       Penekanan

Jawaban : e
Pembahasan:
INTROJEKSI : memasukkan sikap atau gagasan kedalam diri seseorang secara tidak sadar.
Jadi, kata yang mempunyai arti yang berlawanan dengan introjeksi adalah penekanan.

2.      OPAS ><
a.       Tentara
b.      Pimpinan
c.       Pesuruh
d.      Divisi
e.       Prajurit

Jawaban : b
Pembahasan:
OPAS : penjaga kantor, agen polisi
Jadi, kata yang mempunyai arti berlawanan dengan opas adalah pimpinan.

3.      ABOLISI ><
a.       Pengurangan
b.      Keringanan
c.       Pemberatan
d.      Potongan
e.       Pemotongan

Jawaban : c
Pembahasan :
ABOLISI : peniadaan peristiwa pidana ( hokum 0 ; penghapusan.
Jadi, kata yang mempunyai arti berlawann dengan abolisi adalah pemberatan.

4.      PLURAL ><
a.       Banyak
b.      Ganda
c.       Sendiri
d.      Sedikit
e.       Tunggal

Jawaban : e
Pembahasan :
PLURAL : jamak; lebih dari satu.
Jadi, kata yang mempunyai arti berlawanan dengan plural adalah tunggal ( singular )

5.      INTRODUKSI ><
a.       Penutup
b.      Pendahuluan
c.       Preambul
d.      Preposisi
e.       Pengantar

Jawaban : a
Pembahasan :
INTRODUKSI : bagian karangan yang menyatakan pendahuluan .
Jadi, kata yang mempunyai arti berlawanan dengan introduksi adalah penutup

LOGIKA

1.      Semua anak pandai bernyanyi.
Sebagian anak pandai memainkan gitar.
Sebagian anak yang bermain gitar juga pandai meniup suling.

a.       Anak yang pandai bermain gitar tentu pandai bernyanyi
b.      Anak yang pandai ermain gitar tentu pandai meniup suling
c.       Anak yang pandai meniup suling tentu pandai bernyanyi
d.      Anak yang pandai bernyanyi belum tentu dapat bermain suling
e.       Sebagian anak pandai bernyanyi, bermain gitar, dan meniup suling

Jawaban : d
Pembahasan :
Berdasarkan pernyataan dapat dibuat diagram venn dengan S=semua anak pandai bernyanyi.

Kesimpulannya :
-          Anak yang pandai bernyanyi belum tentu dapat bermain gitar
-          Anak yang pandai bernyanyi belum tentu dapat bermain sulling

2.      Semua sepeda memiliki lampu.
Sebagian lampu berwarna merah

a.       Semua sepeda memiliki lampu merah
b.      Tidak semua lampu sepeda berwarna merah
c.       Lampu merah bagian perlengkapan semua sepeda
d.      Sebagian sepeda memiliki lampu berwarna merah
e.       Tidak ada sepeda yang berlampu selain merah

Jawaban : b
Pembahasan :

Pernyataan : semua sepeda memiliki lampu
                   Sebagian lampu berwarna merah

Kesimpulan : “tidak semua lampu sepeda berwarna merah.”

3.      Beberapa benda yang memuai adalah logam.
Semua logam adalah benda padat.

a.       Hanya logam yang memuai merupakan benda padat
b.      Benda yang bukan logam tidak memuai
c.       Beberapa benda padat dapat memuai
d.      Benda padat dapat memuai
e.       Benda yang memuai adlah logam

Jawaban : e
Pembahasan :

Beberapa benda yang menuai adalah logam
Semua logam adalah benda padat
Maka “ benda yang menuai adalah logam.”

4.      Semua suku bangsa x berkulit cokelat , berambut keriting, dan berbadan kurus. Semua suku bangsa y berkulit hitam dan berambisi keriting. Sedikit sekali orang suku z yang berambut keriting . si abai dilahirkan didaerah z, beranmbut keriting dan berkulit kuning

a.       Abai pasti bukan suku bangsa x
b.      Abai pasti bukan suku bangsa y
c.       Abai pasti bukan suku bangsa z
d.      Abai keturunan suku bangsa x dan y
e.       Abai bukan suku bangsa x, y ataupun z

Jawaban : d
Pembahasan :

Berdasarkan pernyataan pernyataan dalam soal, maka opsi kesimpulan yang bernilai benar adalah : “abai keturunan suku bangsa x dan y.”

5.      Dalam semester kedua, pelajaran kimia akan dimasukkan kedalam kurikulum jika pelajaran fisika dimasukkan kedalam kurikulum.
Pelajaran biologi dimasukan kedalam kurikulum jika pelajaran fisika dimasukkan.

a.       Jika pelajaran kimia dimasukkan kedalam kurikulum, maka pelajaran fisika juga dimasukan kedalam kurikulum
b.      Jika pelajaran fisika dimasukkan kedalam kurikulum , maka pelajaran kimia dimasukkan kedalam kurikulum
c.       Jika pelajaran fisika tidak dimasukan kedalam kurikulum belum tentu pelajaran biologi tidak dimasukkan kedalam kurikulum
d.      Jika pelajaran biologi dimasukkan kurikulum, maka kimia juga dimasukkan
e.       Pelajaran biologi dimasukkan dalam kurikulum, tetapi pelajaran fisika tidak dimasukkan

Jawaban : b
Pembahasan :

Pernyataan : “pelajaran kimia akan dimasukan kedalam kurikulum jika pelajaran fisika dimasukkan kedalam kurikulum.”
Kesimpulan bernilai benar: “jika pelajaran fisika dimasukkan kedalam kurikulum, maka pelajaran kimia dimasukkan kedalam kurikulum.”

sumber : buku tes bakat skolastik, tim SDM yayasan pendidikan haster