Liverpool Fc

Sabtu, 14 Februari 2015

Slippy G

Slippy G, merupakan salah satu ejekan supporter tim rival yang ditujukan pada steven gerrard. Hal itu disebabkan karena pada saat laga krusial melawan Chelsea pada musim 2013/2014 gerrard terpeleset dan akhirnya gerrard kehilangan bola dan memberikan kesempatan pada demba ba untuk mencetak gol. Ya banyak pihak yang menganggap hal itu menjadi factor terbesar Liverpool gagal meraih title BPL yang telah ada di depan mata. Bahkan chants yang biasa di nyanyikan para pendukung Liverpool untuk Steven Gerrard telah di gantikan liriknya.
“Steve Gerrard gerrard he’ll pass the ball 40 yards he’s big and he’s fucking hard steve gerrard gerrard gerrard”
Menjadi..
“Steve Gerrard Gerrard, He slips on his f*cking arse, He gave it to Demba Ba, Steve Gerrard Gerrard. “
Yah seperti itulah chants yang telah di ubah oleh para pendukung tim lawan. Memang menyakitkan untuk seorang pemain yang telah membela klub untuk jangka waktu yang sangat lama bahkan klub ini hanya satu satu nya klub yang pernah di bela nya semenjak ia terjun sebagai pemain sepakbola professional. Tapi saya yakin, Steven Gerrard bukanlah seseorang yang akan terus menyalahkan dirinya sendiri tanpa berbuat apapun dan saya sangat yakin ia dapat mengatasi cemoohan pendukung tim rival yang selalu mengungkit tragedy slipped itu.
Bagaimana tanggapan para pendukung Liverpool sendiri? Mari kita mulai dengan saya sebagai penulis. Yang bisa saya katakan hanyalah..
“dari awal saya telah berkomitmen untuk mendukung tim ini tanpa mengharapkan imbalan apapun termasuk gelar, saya telah sering mengatakan bahwa ‘gelar itu hanya bonus untuk kami’ itu juga berlaku untuk sekarang. Mungkin memang benar salah satu penyebab kegagalan Liverpool gagal meraih gelar liga inggris musim lalu adalah karena slipped nya gerrard, tapi apa hanya karena hal itu kita melupakan apa yang telah ia lakukan? apa peraih gelar mengalahkan rasa loyalitas seorang pemain? Saya pikir tidak. Loyalitas merupakan hal yang terbilang langka dalm sepakbola masa kini. Gelar? Kami pernah mendapatkannya dan itu bisa datang di masa sekarang ataupun masa depan. Tapi loyalitas? Apa yang bisa kita balas untuk seorang pemain yang telah memberikan seluruh hidupnya untuk klub yang kita cintai ini? Hanya support yang tak pernah henti yang bisa kita berikan. Steven Gerrard juga hanyalah manusia biasa yang bisa melakukan ‘human mistakes’ tentu nya kita semua pernah mengalaminya, sial nya bagi sang skipper mengalami human mistakes di saat yang tidak seharusnya.”
Dan untuk tanggapan dari pendukung Liverpool sendiri, selama ini saya selalu aktif di social media baik facebook, twitter, path, dan instagram. Selama itu pula saya selalu memperhatikan tanggapan dari para fans mengenai Steve G. hasil nya? Memang banyak yang sangat menyayangkan kejadian ‘slipped’ itu tapi sama hal nya seperti saya mereka sangat mendukung Gerrard untuk tetap maju dan menatap ke depan.
Dan pesan saya untuk pendukung tim rival adalah.. saya tahu kalian tidak memiliki pemain seperti gerrard di tim kalian dan saya tau Gerrard telah memberikan banyak kesakitan untuk tim yang pernah melawan gerrard tapi kalian tidak usah khawatir karena saya yakin dukungan kami para kopites akan berdampak lebih besar pada Gerrard daripada bualan kalian yang saya atau bahkan Jose Mourinho pikir itu konyol. Dan untuk teman teman kopites, saya percaya bukan hanya saya yang memiliki pemikiran yang telah saya paparkan di atas jadi saya hanya akan menyampaikan pada kalian bahwa WE ARE THE BEST SUPPORTER IN THE WORLD hehe
Lalu jika kita berbicara mengenai performa Gerrard belakangan ini, saya rasa itu menjelaskan salah satu alasan gerrard memutuskan untuk hengkang. Ya di umurnya yang menginjak 34 tahun penampilan gerrard memang dianggap menurun. Tidak lagi di pasang sebagai attacking midfielder juga menjadi factor yang menentukan. Belum lagi banyak nya pemain yang terbiasa dengan umpan umpan sang kapten itu pergi meninggalkan anfield. Awalnya saya menentang keputusan gerrard untuk hengkang sama seperti pendukungnya lainnya dan mengatakan, “kenapa ga stay aja di anfield dan jadi staff pelatih?” atau tetap saja di anfield biarpun selalu jadi cadangan. Hal hal seperti itu sudah sangat umum dikatakan di social media. Tapi sekarang saya sudah menerima keputusan itu alasannya seperti yang telah saya paparkan pada postingan sebelumnya. Saya hanya berharap ia bahagia dan suatu hari nanti ia akan kembali ke rumahnya, Liverpool.

Born as Red, Life as Red and die as Red. You are a living Legend, Steven George Gerrard MBE.