Liverpool Fc

Kamis, 16 Oktober 2014

ETIKA PEMERINTAHAN


ETIKA PEMERINTAHAN
            Setelah membahas etika sebagai tinjauan dan perilaku etika dalam bisnis kali ini kita akan membahas mengenai etika politik dan etika pemerintahan. Etika Politik Secara subtantif pengertian etika politik tidak dapat dipisahkan dengan subyek sebagai pelaku etika yaitu manusia. Oleh karena itu etika politik  berkait erat dengan bidang pembahasan moral. Hal ini berdasarkan kenyataan bahwa  pengertian moral senantiasa menunjuk kepada manusia sebagai subyek etika. Maka kewajiban moral dibedakan dengan pengertian kewajiban-kewajiban lainya, karena yang dimaksud adalah kewajiban manusia sebagai manusia. Walaupun dalam hubunganya dengan masyarakat bangsa maupun negara, Etika politik tetap meletakkan dasar fundamental manusia sebagai manusia. Dasar ini lebih meneguhkan akar etika politik bahwa kebaikan senantiasa didasarkan kepada hakikat manusia sebagai makhluk yang beradab dan berbudaya. Sementara itu etika pemerintahan merupakan bagian dari praktek yurisprudensi atau filosofi hokum yang mnegatur operasi dari pemerintah dan hubungannya dengan orang orang dalam pemerintahan. Prinsip prinsip etika harus disesuaikan dengan keadaan, waktu, dan tempat. Prinsisp prinsip etika yang bersifat authority, yang bersifat perintah menjadi suatu peraturan sehingga kadang kadang merupakan atribut yang tidak bisa dipisahkan. Berikut terdapat Pendekatan filsafat terhadap etika pemerintahan Negara ;
1.   Filsafat Idealisme Sokrates( 470-399 sM )  bahwa kebenaran dan kebaikan nilai obyektif yang harus dijunjung tinggi oleh semua orang.
2.   Filsafat  Idealisme dari Plato (namanya aslinya Aristokles, 427-347sM ). Kebenaran sejati apa yang tergam-bar dalam ide. “ Pemerintahan Negara Ideal adalah komunitas etical untuk mencapai kebajikan dan kebaikan”.
3.   Filsuf Idealisme Thomas Hobbes ( 1588-1679 ) bahwa terkenal dengan Teori Perjanjian Sosial dalam pemerintahan, Kedaulatan kekuasaan absulut dan abadi, kekuasaan itu tertinggi dibatasi dengan UU. 
4.   Filsuf  Idealisme John Locke ( 1632-1707 ) dengan Teori Perjanjian  bahwa kebahagiaan dan kesusilaan dihubungkan dengan peraturan yaitu : perintah Tuhan, UU Negara dan hukum pendapat umum  dengan prinsip liberty, eguality dan personality.
5.   Filsuf Reusseauu dengan teori “ Contract Social “ . Manusia mempunyai kekuasaan dan hak secara kodrat, kekuasaan negara berasal dari negara dan negara berasal dari rakyat. Intinya pemerintah yang berkuasa tidak monarkhi absolut.
6.    Filsuf Hegel dengan metode dialektika tentang pemerintahan negara bahwa : negara penjelmaan dari ide, rakyat ada demi negara agar ide kesusilaan, negara mempunyai hukum tertinggi terhadap negara  bagi kebahagiaan rakyat

            Etika pemerintahan disebut selalu berkaitan dengan nilai-nilai keutamaan yang berhubungan dengan hak-hak dasar warga negara selaku manusia sosial (mahluk sosial). Nilai-nilai keutamaan yang dikembangkan dalam etika pemerintahan adalah :

1.      Penghormatan terhadap hidup manusia dan HAM lainnya.
2.      kejujuran baik terhadap diri sendiri maupun terhadap manusia lainnya(honesty).
3.     Keadilan dan kepantasan merupakan sikap yang terutama harus diperlakukan terhadap orang lain
4.      kekuatan moralitas, ketabahan serta berani karena benar terhadap godaan(fortitude).
5.      Kesederhanaan dan pengendalian diri (temperance).
6.      Nilai-nilai agama dan sosial budaya termasuk nilai agama agar manusia harus bertindak secara profesionalisme dan bekerja keras.
                 
                  Karena pemerintahan itu sendiri menyangkut cara pencapaian negara dari prespekti dimensi politis, maka dalam perkembangannya etika pemerintahan tersebut berkaitan dengan etika politik. Etika politik subyeknya adalah negara, sedangkan etika pemerintahan subyeknya adalah elit pejabat publik dan staf pegawainya.

PATOLOGI ETIKA PEMERINTAHAN PEMERINTAHAN

      Patologi berupa hambatan atau penyakit dalam pemerintahan pemerintahan sifatnya politis, ekonomis, sosio-kultural, dan teknologikal.
Patologi pemerintahan dalam  etika pemerintahan berupa :
    1) Patologi akibat persepsi, perilaku dan gaya manajerial berupa : penyalah-
            gunaan wewenang, statusquo, menerima sogok, takut perubahan dan inovasi,
            sombong menghindari keritik, nopoteisme, arogan, tidak adil, paranoia,  otoriter,
           patronase, xenopobia dsb;
       2)  Patologi akibat pengetahuan dan keterampilan berupa : puas diri, tidakteliti,
            bertindak  tanpa berpikir, counter produktif, tidak mau berkembang/belajar, pasif,
            kurang prakarsa/inisiatif, tidak produktif, stagnasi dsb.
       3)  Patologi karena tindakan melanggar hukum berupa : markup, menerima
            suap, tidak jujur, korupsi, penipuan, kriminal, sabotase, dsb.
       4)  Patologi akibat keprilakukan berupa : kesewenangan, pemaksaan, konspirasi,
            diskriminasi, tidak sopan, kerja legalistik, dramatisiasi, indisipliner, inersia, tidak
            berkeprimanusiaan, negatifisme, kepentingan  sendiri, non profesional, vested
            interest, pemborosan  dsb.
       5)  Patologi akibat sitasi internal berupa : tujuan dan sasaran tidak efektif dan
            efisien, kewajiban sebagai beban, eksploitasi, eksstrosi/pemerasan, pengangguran
             terselubung, kondisi kerja yang tidak nyaman, tidak adan kinerja, miskomunikasi
             dan informasi, spoil sisten, oper personil dsb.             

                  Jadi dapat disimpulkan bahwa etika pemerintahan merupakan bagian dari praktek yurisprudensi atau filosofi hokum yang mnegatur operasi dari pemerintah dan hubungannya dengan orang orang dalam pemerintahan. Etika pemerintahan disebut selalu berkaitan dengan nilai-nilai keutamaan yang berhubungan dengan hak-hak dasar warga negara selaku manusia sosial (mahluk sosial). Dalam perkembangannya etika pemerintahan tersebut berkaitan dengan etika politik. Etika politik subyeknya adalah negara, sedangkan etika pemerintahan subyeknya adalah elit pejabat publik dan staf pegawainya.



Sumber :




Minggu, 12 Oktober 2014

Perilaku Etika dalam Bisnis

Perilaku Etika dalam Bisnis

Setelah pada postingan sebelumnya saya membahas mengenai apa itu etika, dikesempatan kali ini saya akan membahas perilaku etika dalam bisnis.

1. Lingkungan Bisnis yang Mempengaruhi Perilaku Etika

            Tujuan dari sebuah bisnis kecil adalah untuk tumbuh dan menghasilkan uang. Untuk melakukan itu, penting bahwa semua karyawan dipapan dan bahwa kinerja mereka dan perilaku berkontribusi pada kesuksesan perusahaan. Perilaku karyawan, bagaimanpun dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal diluar bisnis. Pemilik usaha kecil perlu menyadari faktor-faktor dan untuk melihat perubahan perilaku karyawan yang dapat sinyal masalah. Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain yaitu pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, menghindari sikap 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi) mampu mengatakan yang benar itu benar, dll. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis, serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya, kita yakin jurang itu dapat dikurangi, serta kita optimis salah satu kendala dalam menghadapi era globalisasi dapat diatasi.
  a.      Budaya Organisasi
            Keseluruhan budaya perusahaan dampak bagaimana karyawan melakukan diri dengan rekan kerja, pelanggan dan pemasok. Lebih dari sekedar lingkungan kerja, budaya organisasi mencakup sikap manajemen terhadap karyawan, rencana pertumbuhan perusahaan dan otonomi / pemberdayaan yang diberikan kepada karyawan.
 b.      Ekonomi Lokal
            Melihat seorang karyawan dari pekerjaannya dipengaruhi oleh keadaan perekonomian setempat. Jika pekerjaan yang banyak dan ekonomi booming, karyawan secara keseluruhan lebih bahagia dan perilaku mereka dan kinerja cerminitu. Disisi lain, saat-saat yang sulit dan pengangguran yang tinggi, karyawan dapat menjadi takut dan cemas tentang memegang pekerjaan mereka. Kecemasan ini mengarah pada kinerja yang lebih rendah dan penyimpangan dalam penilaian.
c.       Reputasi Perusahaan dalam Komunitas
            Persepsi karyawan tentang bagaimana perusahaan mereka dilihat oleh masyarakat lokal dapat mempengaruhi perilaku. Jika seorang karyawan menyadari bahwa perusahaannya dianggap curang atau murah, tindakannya mungkin juga seperti itu Ini adalah kasus hidup sampai harapan. Namun, jika perusahaan dipandang sebagai pilar masyarakat dengan banyak goodwill, karyawan lebih cenderung untuk menunjukkan perilaku serupa karena pelanggan dan pemasok berharap bahwa dari mereka.

2. Kesaling tergantungan antara bisnis dan masyarakat

            Bisnis telah menjadi salah satu bagian yang tidak dapat dilepaskan dari masyarakat saat ini. Dalam pergaulan masyarakat terdapat etika, begitupun dalam lingkungan bisnis. Contoh nya saja sebuah perusahaan, ada banyak interaksi antar pribadi maupun institusi yang terlibat di dalamnya. Dengan begitu kecenderungan untuk terjadinya konflik dan terbukanya penyelewengan sangat mungkin terjadi. Baik dalam tataran manajemen ataupun personal dalam setiap team maupun hubungan perusahaan dengan lingkungan sekitar. Untuk itu etika ternyata diperlukan sebagai kontrol akan kebijakan, demi kepentingan perusahaan itu sendiri Oleh karena itu kewajiban perusahaan adalah mengejar berbagai sasaran jangka panjang yang baik bagi masyarakat. Terdapat dua pandangan tanggung jawab social yaitu :
1. Pandangan klasik : tanggung jawab sosial adalah bahwa tanggung jawab sosial manajemen hanyalah memaksimalkan laba (profit oriented. Pada pandangan ini manajer mempunyai kewajiban menjalankan bisnis sesuai dengan kepentingan terbesar pemilik saham karena kepentingan pemilik saham adalah tujuan utama perusahaan.
2. Pandangan sosial ekonomi : bahwa tanggung jawab sosial manajemen bukan sekedar menghasilkan laba, tetapi juga mencakup melindungi dan meningkatkan kesejahteraan social Pada pandangan ini berpendapat bahwa perusahaan bukan intitas independent yang bertanggung jawab hanya terhadap pemegang saham, tetapi juga terhadap masyarakat.

3. Kepedulian pelaku bisnis terhadap etika

            Etika merupakan sesuatu yang sangat penting dalam bisnis. Dampak positif etika bisnis terhadap terhadap pribadi yaitu adanya rasa tenang dan puas karena mampu bekerja dengan jujur dan adil. Sedangkan dampak dalam masyarakat yaitu pelaku bisnis akan bisa lebih dipercaya dan dihormati oleh masyarakat atas sikap kerja yang dimilikinya. Selain itu, dalam menunjukkan kepedulian terhadap etika juga dapat diwujudkan dengan beberapa hal berikut ini :
1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4. Menciptakan persaingan yang sehat
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati

4. Perkembangan Etika Bisnis

Berikut merupakan perkembangan etika bisnis menurut Bertens (2000):
1.      Situasi Dahulu
Pada awal sejarah filsafat, Plato, Aristoteles, dan filsuf-filsuf Yunani lain menyelidiki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur.
2.      Masa Peralihan: tahun 1960-an ditandai pemberontakan terhadap kuasa dan otoritas di Amerika Serikat (AS), revolusi mahasiswa (di ibukota Perancis), penolakan terhadap establishment (kemapanan). Hal ini memberi perhatian pada dunia pendidikan khususnya manajemen, yaitu dengan menambahkan mata kuliah baru dalam kurikulum dengan nama Business and Society. Topik yang paling sering dibahas adalah corporate social responsibility.
3.      Etika Bisnis Lahir di AS: tahun 1970-an sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis di AS.
4.      Etika Bisnis Meluas ke Eropa: tahun 1980-an di Eropa Barat, etika bisnis sebagai ilmu baru mulai berkembang kira-kira 10 tahun kemudian. Terdapat forum pertemuan antara akademisi dari universitas serta sekolah bisnis yang disebut European Business Ethics Network (EBEN).
5.      Etika Bisnis menjadi Fenomena Global: tahun 1990-an tidak terbatas lagi pada dunia Barat. Etika bisnis sudah dikembangkan di seluruh dunia. Telah didirikan International Society for Business, Economics, and Ethics (ISBEE) pada 25-28 Juli 1996 di Tokyo.

5. Etika bisnis dan Akuntan

            Dalam etika profesi, sebuah profesi memiliki komitmen moral yang tinggi, yang biasanya dituangkan dalam bentuk aturan khusus yang menjadi pegangan bagi setiap orang yang mengemban profesi yang bersangkutan. Aturan ini merupakan aturan main dalam menjalankan atau mengemban profesi tersebut yang biasanya disebut sebagai kode etik yang harus dipenuhi dan ditaati oleh setiap profesi. Menurut Chua dkk (1994) menyatakan bahwa etika profesional juga berkaitan dengan perilaku moral yang lebih terbatas pada kekhasan pola etika yang diharapkan untuk profesi tertentu. Setiap profesi yang memberikan pelayanan jasa pada masyarakat harus memiliki kode etik  yang merupakan seperangkat prinsip­prinsip moral danmengatur tentang perilaku profesional(Agoes, 1996). Tanpa etika, profesi akuntan tidak akan ada karena fungsi akuntansi adalah penyedia informasi untuk proses pembuatan keputusan bisnis oleh para pelaku bisnis. Para pelaku bisnis ini diharapkan memiliki integritas dan kompetensi yang tinggi (Abdullah dan Halim, 2002). Pihak­pihak yang berkepentingan terhadap etika profesi adalah akuntan publik, penyedia informasi akuntansi dan mahasiswa akuntansi (Suhardjo dan Mardiasmo, 2002). Etika profesi merupakan karakteristik suatu profesi yang membedakannya dengan profesi lain yang berfungsi untuk mengatur tingkah laku para anggotanya (Boynton dan Kell, 1996).Kode etik berkaitan dengan prinsip etika tertentu yang berlaku untuk suatu profesi, terdapat empat prinsip di dalam etika profesi (Keraf, 1998) yaitu :
1. Prinsip tanggung jawab
2. Prinsip keadilan
3. Prinsip otonomi
4. Prinsip integritas moral

Jadi, dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain yaitu pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, menghindari sikap 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi) mampu mengatakan yang benar itu benar, dll. etika diperlukan sebagai kontrol akan kebijakan, demi kepentingan perusahaan itu sendiri Oleh karena itu kewajiban perusahaan adalah mengejar berbagai sasaran jangka panjang yang baik bagi masyarakat. Dampak positif etika bisnis terhadap terhadap pribadi yaitu adanya rasa tenang dan puas karena mampu bekerja dengan jujur dan adil. Sedangkan dampak dalam masyarakat yaitu pelaku bisnis akan bisa lebih dipercaya dan dihormati oleh masyarakat atas sikap kerja yang dimilikinya.  Dalam etika profesi, sebuah profesi memiliki komitmen moral yang tinggi, yang biasanya dituangkan dalam bentuk aturan khusus yang menjadi pegangan bagi setiap orang yang mengemban profesi yang bersangkutan. Aturan ini merupakan aturan main dalam menjalankan atau mengemban profesi tersebut yang biasanya disebut sebagai kode etik yang harus dipenuhi dan ditaati oleh setiap profesi. 


Sumber :



Sabtu, 11 Oktober 2014

ETIKA SEBAGAI TINJAUAN


PENDAHULUAN ETIKA SEBAGAI TINJAUAN

1. Pengertian Etika     
            Dalam kehidupan sehari hari etika lebih sering dikenal dengan aturan sopan satun. Namun jika ditelaah lebih dalam etika mempunyai arti yang lebih dalam lagi. Etika berasal dari bahasa yunani “ethos” yang berarti adat istiadat atau kebiasaan yang baik. Dari  sudut pandang Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1988) merumuskan pengertian etika dalam tiga arti sebagai berikut:

1.      Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral.
2.      Kumpulan asas atau nilai yang berkenan dengan ahklak.
3.      Nilai mengenai benar dan salah yang dianut masyarakat.

            Tahun 1953 Fagothey, mengatakan bahwa etika adalah studi tentang kehendak manusia, yaitu kehendak yang berhubungan dengan keputusan yang benar dan yang salah dalam tindak perbuatannya.Pada tahun 1995 Sumaryono menegaskan  bahwa etika merupakan studi tentang kebenaran dan ketidakbenaran berdasarkan kodrat manusia yang diwujudkan melalui kehendak manusia dalam perbuatannya.

Etika mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan inilah manusia memperhatikan nilai nilai keindahan dan ingin menampakan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yangsama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-lakidan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidanglainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasarapapun. Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuatkebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati,kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan berbuat baik dia akandapat diterima oleh lingkungannya. Penyelenggaraan pemerintahan danpelayanan yang diberikan kepada masyarakat sesungguhnya bertujuan untukmenciptakan kebaikan bagi masyarakat.
2.   Prinsip-prinsip Etika
            Etika merupakan norma atau aturan yang tentunya didasarkan pada suatu prinsip. Prinsip- prinsip perilaku professional tidak secara khusus dirumuskan oleh ikatan akuntan Indonesia tapi dianggap menjiwai kode perilaku akuntan Indonesia. Adapun prinsip- prisip etika yang merupakan landasan perilaku etika professional, menurut Arens dan Lobbecke (1996 : 81) adalah :
  • Tanggung jawab
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai professional dan pertimbangan moral dalam semua aktifitas mereka.
  • Kepentingan Masyarakat
Akuntan harus menerima kewajiban-kewajiban melakukan tindakan yang mendahulukan kepentingan masyarakat, menghargai kepercayaan masyarakat dan menunjukkan komitmen pada professional.
  • Integritas
Untuk mempertahankan dan menperluas kepercayaan masyarakat, akuntan harus melaksanakan semua tanggung jawab professional dan integritas.
  • Objektivitas dan indepedensi
Akuntan harus mempertahankan objektivitas dan bebas dari benturan kepentingan dalam melakukan tanggung jawab profesioanal. Akuntan yang berpraktek sebagai akuntan public harusbersikap independen dalam kenyataan dan penampilan padawaktu melaksanakan audit dan jasa astestasi lainnya.
  • Keseksamaan
Akuntan harus mematuhi standar teknis dan etika profesi, berusaha keras untuk terus meningkatkan kompetensi dan mutu jasa, dan melaksanakan tanggung jawab professional dengan kemampuan terbaik.
  • Lingkup dan sifat jasa
Dalam menjalankan praktek sebagai akuntan publik, akuntan harus mematuhi prinsip-prinsip prilaku professional dalam menentukan lingkup dan sifat jasa yang diberikan.
3. Basis Teori Etika
Terdapat 4 basis teori etika diantaranya yaitu;
a.  Etika Teleologi (Yunani : Telos = tujuan)
            Teleologi adalah mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan atau akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.

  Dua aliran etika teleologi :
 - Egoisme Etis
 - Utilitarianisme

* Egoisme Etis

            Egoisme adalah tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri tanpa memikirkan oranglain. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.

* Utilitarianisme

            Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja  satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.

b. Deontologi

            Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban.‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang’. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.

c. Teori Hak

            Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
.
d. Teori Keutamaan (Virtue)

            Memandang  sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya.
Keutamaan bisa didefinisikan  sebagai berikut : disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah laku baik secara moral.
Contoh keutamaan :
a.    Kebijaksanaan
b.    Keadilan
c.    Suka bekerja keras
d.    Hidup yang baik

4. Egoism

            Egoism merupakan suatu bentuk ketidakadilan kepada orang lain. Inti dari pandangan egoism adalah tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar kepentingan pribadi untuk memajukan dirinya sendiri. Hal seperti ini juga dapat dijadikan satu – satu tujuan dari tindakan moral setiap manusia. Egoism ini baru menjadi persoalan serius ketika seseorang cenderung menjadi hedoistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata – mata sebagai kenikmatan fisik yang bersifat vulgar. Fokus dari teori ini adalah One should always act in one’s own best interestSelf interest berbeda arti denganselfishness karena memenuhi kepentingan pribadi ( self interest ) merupakan sesuatu yang baik, sedangkan selfishnessterjadi ketika pemenuhan kepentingan pribadi merugikan pihak lain. Egoism tidak cocok dengan kegiatan manusia sebagai mekhluk sosial. Egoism tidak mampu memecahkan masalah ketika perselisihan muncul.  

           
            Jadi setelah mengetahui apa itu etika, prinsip dan basis teori dapat disimpulkan bahwa etika merupakan suatu aturan dalam pergaulan manusia yang menegaskan mana perilaku yang baik dan buruk. Etika juga merupakan norma atau aturan yang tentunya didasarkan pada suatu prinsip. Dan terdapat 4 basis teori etika yaitu Etika Teleologi, DeontologTeori Hak dan Teori Keutamaan.

SUMBER:






Sabtu, 20 September 2014

Liverpool lagiii!!

Really need to buy some expensive young players?

Hm mungkin ini kedengerannya kayak gue yang sok tau ya tapi ini asli pemikiran gue dan pendapat gue. bursa transfer 2014/2015 Liverpool banyak nih ngedatengin pemain pemain baru dan kebanyakan masih muda dan harus diakui mereka bertalenta, diantara nya ada Dejan Lovren, alberto Moreno, Mario balotelli, divock origi ( tapi langsung di loan lagi ke lille kemungkinan bisa balik musim depan nih), lazar markovic, Javier manquillo, Emre Can, dan Adam Lallana. Mungkin kebanyakan nama emang asing sih yak arena memang mereka beda liga dan namanya memang tidak terlalu sering menghiasi media yang paling sering kita dengar mungkin balotelli dan lallana kali ya balotelli didatangkan dari Milan cukup murah ya sekitaran 20 juta pounds kali ya lallana pun segituan lah harganya lupa. Pembelian yang cukup bagus sih dari BR tapi dengan masuknya pemain pemain baru ini tentunya bakalan pasti ada yang tersingkir kan di skuad? Ya pasti ada. Misalnya aja luis alberto, suso, dan bahkan agger masih banyak pokoknya terlebih pemain muda. Disini yang jadi pertanyaan emang para pemain muda LFC ini kurang baik apa? Coates deh contohnya setau gue dia left back kan dan selama pertandingan pramusim gue pikir dia main bagus, tapi karena kedatangan manquillo coates ga dipakai dan akhirnya kembali di pinjamkan.

Gue tuh agak sedikit heran aja sama kebijakan BR dan manajemen LFC selalu beli pemain muda yang menurut mereka punya potensi dengan harga yang lumayan, TAPI kenapa pemain pemain berbakat seperti suso atau coates malah ga dipakai dan lebih memilih para pemain muda yang baru dibeli? Alasannya karena supaya mereka punya cukup pengalaman? Terus manquillo gimana? Gue rasa gue jarang banget liat dia main, selama 5 match ini juga gue liat dia mainnya masih belum bisa berkembang. Dalam benak gue kenapa ga beli pemain yang benar benar berpengalaman misalnya saja seperti Mats Hummels misalkan untuk bek tengah? Gue yakin harga hummels sama lovren tuh ga beda jauh.  Skill? Sepertinya sudah jelas jika hummels lebih menjamin. Dan untuk striker? Kenapa balotelli? Memang kita semua tau balo itu punya talenta yang sangat hebat! Gue akuin gue suka sama balo tapi apa balo bakal akan sangat efektif untuk Liverpool? Gue pikir Liverpool tuh punya sedikit masalah sama pemain yang berasal dari italia. Ga cocok mainnya sama LFC. Udah banyak contoh kan kayak aquilani, borini dll. Kenapa ga beli striker yang bener bener haus gold an setidaknya setara sama suarez? Dulu kita sangat berminta kan buat ngedatengin alexiz sanchez sama diego costa? Tapi kenapa? LFC ga berani soal harga! Menururt gue sih, beli pemain banyak sampe habisin dana 100 jutaan pounds tapi kurang efektif buat apa sih? Kenapa ga pake dana 100 juta itu buat beli satu aja pemain bintang, mungkin itu bakal bekerja. Kita lihat saja sekarang, sanchez sama costa mereka ganas kan diklub baru nya masing masing. Kita liat juga para pemain muda yang lfc yang “diberikan” pada klub lain mereka menunjukan kapasitas nya. Yah itu sekedar hanya pendapat gue aja sih maklum lah gue  masih pengamat amatir. Gue Cuma sekedar berpendapat aja ga bermaksud buat ga dukung para pemain Liverpool saat ini. Siapapun pemainnya dan bagaimana pun keadaan LFC I’ll stay to be reds and always be. Liverpool RULES!! Tapi semoga aja seluruh pemain yang lfc beli ini dapat berkontribusi ya musim ini dan musim selanjutnya. Semoga mereka menunjukan performa yang lebih baik kedepan. Semakin baik dan lebih semakin baik.AMIN #InBRweTrust You’ll Never Walk Alone

Jumat, 04 Juli 2014

Cerita Akademik

Hari ini mau berbagi cerita tentang sekolah gue dari sd sampe saat ini lagi semester 6 yang bentar lagi di semester 7 bakal skripsi. Kita mulai dari sd ya, hmm mungkin heran ya kenapa ga cerita sejak dari tk? Gimana mau cerita dari tk orang gue ga tk dulu alias langsung masuk sd. Di kelas satu gue terbilang anak yang kecil ya maklum gue paling muda diantara temen sekelas gue. Kelas satu sih ga terlalu banyak inget yang gue inget gue masuk 10 besar tuh waktu dikelas satu. Lanjut kelas dua gue mulai punya temen deket namanya uli. Dikelas du ague punya banyak temen tapi sayang gue ga masuk 10 besar waktu itu. Naik kekelas 3 gue ada masalah sama si uli itu berantem lamaaaaaaaa banget tapi akhirnya happy ending disaat dia harus pindah dari sekolah karena kerjaan orangtua nya. Dikelas tiga gue cukup jadi anak kesayangan guru hahaha waktu itu gue masuk 10 besar lagi rangking 4 kalo gasalah. Naik kelas 4 walikelas nya masih muda ternyata dan lumayan ganteng pak guru nya beliau pun jadi cepat akrab dengan kami. Waktu kelas 4 gue pernah nangis karena gue lagi sakit dan ada kakak kelas yang Tanya gue kenapa padahal gue ga kenal sama dia ( cukup famous juga kan gue wahahaha ) dikelas 4 juga gue pernah dilabrak sama ibu nya si ayu karena disangkanya gue yang mecahin tempat minum baru nya si ayu hiiiihhhh gue sempet takut tapi gue ga bilang atau cerita sama orangtua dirumah ya waktu itu sih gue kepikirannya ini urusan gue dan orang tua ga usah ikut campur. Dikelas 4 pas mau kenaikan kelas, kelas gue nampilin drama dan gue ikut serta dalam drama itu, tiap hari kelas gue latihan dirumah pa yudi alhasil berkat latihan yang tekun drama gue pun sukses besar tapi lagi lagi dikelas 4 gue rangking 4. Naik kekelas 5 saat saat yang kritis menurut gue, umi gue waktu itu lagi hamil dan beliau ngelahirin nya mengalami pendaharan akhirnya gue bolos selama 2 hari karena gue jagain adek gue dirumah. Dikelas 5 juga gue dikasih cobaan, sakit paru paru dan selama satu tahun harus minum obat secara rutin. Dikelas 5 gue ga terlalu inget tapi gue masih masuk 10 besar. Naik kekelas 6 gue jadi anak yang sedikit nakal, duduk didepan tapi selalu kena omel sama pa suldaldi karena main main dan ngobrol terus sama temen gue si ella. Dikelas 6 bahasa inggris gue bisa dibilang paling baik dikelas. Tapi bahasa Indonesia gue paling ancur dikelas, entah kenapa -_- dikelas 6 prestasi gue turun tapi masih 10 besar sih. Gue lulus dan gue ikut tes di smp favorit diaerah gue, SMPN 1 CIAWI dan akhirnya diterima.

Setelah masuk Smp gue agak pendiem, ga ada prestasi berarti dismp itu maklum lah banyak saingannya kalo di smp favorit kayak gitu tapi nilai gue juga ga jelek jelek amatan bisa dibilang lumayan. Di smp gue ikut ekskul PMR ga bertahan lama Cuma sampe kelas 2 aja. Di kelas 2 gue punya geng beberapa diantara mereka punya hobi yang sama kayak gue. Gue ketemu sahabat sahabat gue kayak eka astri elis hera sarah septi yanti dll yang sampe sekarang masih deket tuh eka sama astri, kalo astri jelas orang sekarang satu kampus. Kalo eka, walaupun kita beda kampus tapi kita masih sering berhubungan lewat medsos dan terkadang juga ketemu. Dikelas 2 ini jug ague ketemu temen gue si rezna dia fans nya MU dan dia ngefans banget sama Ronaldo. Nah dari situ gue jadi ikut ikutan liat mu dan ceritanya sih gue juga jadi suka emyu. Tapi galama kemudian pas mu kalah sama Milan 3-0 perhatian gue teralih sama Liverpool disaat mereka kalah 0-1 dari emyu. Yaaa dari situlah gue jadi mulai jatuh cinta sama klub Merseyside ini. Masuk kelas 3 gue ga sekelas lagi sama geng gue itu tapi gue masih sekelas sama rezna terus sekelas juga sama sepupu gue oh iyadeh gue masih sekelas juga sama yanti.dikelas 3 prestasi gue mulai naik dan nilai nilai gue pun memuaskan, tapi sayang gue ga tau gue peringkat berapa. Dikelas tiga juga kegilaan gue sama Liverpool semakin menggila. Kelas 3 tryout gue ga lulus 2 kali hahahaha gue kena marah sama orangtua karena gue keasyikan nonton bola katanya. Tapi sih Alhamdulillah UN gue lulus ya walaupun ga tinggi tinggi amat sih Cuma 29.15 kalo gasalah. Sementara itu gue daftar di salah satu SMA favorit juga didaerah ciawi, SMAN 1 CIAWI ini sma supaya gu masuk minimal gue harus punya skor total 34.15 setelah ditambah skor pas tes masuk, cukup berat emang mengingat nem gue dari hasil un Cuma 29.15 ya tapi gue ga nyerah gue ikutin deh tuh tes masuk, pas tau hasil akhirnya lumayan gue dapet skor total 36 lebih yang artinya gue bisa masuk ke SMANIC.

Nah  masa putih abu pun tiba, gue ketemu orang yang macem macem dari berbagai smp dan akhirnya dikelas satu ini gue punya geng gue ketemu sama nilam, tejo, maulinda, sama dea. Itu deh geng gue kelas satu. Ya walaupun reputasi geng gue kurang bagus karena ada nilam yang galak dan judes hahaha disemester satu nilai gue jeleeeeek umi gue pun tau dan ngancem kalo misalkan gue ga bisa memperbaiki nilai gue itu nantinya gue ga boleh nonton Liverpool lagi L dank arena gue gue pun terpecut buat perbaiki nilai gue supaya gue dibolehin nonton Lfc lagi dan alhasil gue bisa memperbaiki nilai gue dan akhirnya dapet rangking 6. Masuk kekelas 2 gue pilih ips walaupun gue disaranin masuk ipa tapi karena gue benci fisika dan suka sejarah makanya gue pilih ips. Masuk deh gue dikelas XI-6 atau ips dua dan gue ketemu geng baru lagi gue ketemu gustin, elin sama yani. Khusus buat gustin sama elin kenapa jadi deket sama gue? Itu karena gue sekelas sama mereka waktu pas kelas 1. Waktu kelas satu gue ikutan ekskul karate tapi berhenti dikelas dua hehe. Nah dikelas 2 ini bisa dibilang gue menonjol diantara temen temen gue yang lain terutama dibidang bahasa inggris, tiap pelajaran bahasa inggris ini kalo ada game yang hadiah nya makanan pasti gue yang dapet paling banyak diantara temen gue. Dan baik semester 1, 2 gue ranking 1 dikelas dan hamper jadi juara umum tapi entah kenapa jadi radit yang menang padahal total nilai gue sama dia lebih gede gue -_- tapi yasudahlah itu bukan rezeki. Kalo dipikir pikir gue jadi serius belajar mungkin karena ada dorongan dari Liverpool juga kali yak hmm naik kelas 3  masuk kelas neraka soalnya ada 3 si ranking satu dari kelas ips, sharen, salim, gue. Dan ditambah nilam, walaupun nilam bukan juara kelas tapi dia sangat aktif dan dekat dengan guru ditambah dia juga rajin banget. Apalagi salim yang pernah juara olimpiade ekonomi hadehh kualitas dia juga sekarang kuliah di UI brooh oke kita lanjut ke cerita gue, dikelas tiga gue punya geng baru lagi nih nilam, cathy, tias sama gue. Nah dikelas 3 ini gue ikutan exkul futsal dan itu baru pertama kali dibuka. Gue yang pertama kali tau ya karena temen deket gue si aji yang notabene anak futsal yang nagsih tau dan gue langsung nawarin kesetiap kelas buat ikutan ekskul baru ini. Hasilnya lumayan banyak yang ikut dan gue senengggggggggggggggg banget bisa pake no punggung 8 hehe itu hasil berebutan sama si olab hahahaha singkat deh gue akhirnya mengikuti les sama kang aom yang anak hokum ui. Gue akuin sama guru gue yang satu ini kalo beliau emang jenius setiap soal yang dia kasih yang keliatannya susah banget pas dikerjain bareng sama dia beuuuuhh jadi gampang banget ternyata ngerjainnya. Beliau punya cara cara baru dlam mengerjakan soal jadi engga akan bikin kita bosen ataupun kesulitan. TO pun hadir dan gue lulus kali ini dengan nilai tertinggi di mata pelajaran ekonomi, guru gue pun kaget karena nilai gue bisa melebihi nilai salim yang pernah juara olimpiade ekonomi. Nilai nilai gue dikelas 3 juga memuaskan tapi sayang diakhir gue turun dan gue dapet rangking 3 nilam pertama sharen kedua dan salim ke empat. Dikelas tiga gue sering banget ngadain acara tanding futsal antar kelas 3 untuk hiburan setiap akhir pekan. Hasilnya udah pasti kelas gue yang juara huehehehe iyalah ada 3 pemain futsal benerannya -_- gue tias sama cathy. Dikelas olahraga gue sering dibilang sama pak dindin “pemain bola” karena menurut beliau cara gue main beda sama anak lainnya. Ya itu karena gue sering latihan disekolah ataupun rumah. Waktu futsal gue pernah adu tanding sama sma cijeruk dan sekolah gue kalah. Rasa kalah itu ga akan pernah gue lupain pertama kali kalah dari lawan aaaah ga enak L semakin kesini anggota futsal banyak yang jarang latihan makin kesini yang bertahan paling hanya 5 orang itu termasuk gue dan akhirnya angkatan gue yang pertama yang mendirikan ekskul futsal putri dan yang terakhir pula hahahaha dan akhirya masa sma pun berakhir, nem gue di sma lumayan gede tapi ga inget berapa. Gue sih ga ngarep gue nerusin sekolah bahkan gue udah ada rencana buat nyari kerja ya maklum gue sadar keluarga gue itu sederhana banget, gue Cuma ga pengen jadi beban buat mereka. Tapi bapa bilang sekolah yang tinggi biar bapa bisa bangga. Hmm iya dikeluarga gue emang belum ada yang jadi sarjana, kakak gue pernah kuliah tapi dia berhenti ditengah jalan gatau penyebabnya apa. Dikeluarga besar gue yang dibogor cuma uwa gue aja yang punya gelar sarjana, beliau memang sejak kecil udah tekun belajar dan sekarang udah bisa nyampe S3 sugoi kan uwa gue yang satu ini. Umi gue pun hanya lulusan smp, sedangkan bapa lulus sd pun engga bahkan sampe sekaran beliau buta huruf, ga gimana ga buta huruf orang dari kecil hidup sendiri ga ada yang ngurusin. Terkadang gue sedih kalo inget itu, tapi itu juga jadi cambuk buat gue supaya gue bisa bikin orangtua gue terutama bapa yang bisa berbangga hati ngeliat anaknya berprestasi dan berpendidikan tinggi. Gue ga malu, bahkan gue bangga. Kenapa? Jelas bangga dong seorang yang bahkan sd pun ga lulus bisa loh nyekolahin gue setinggi ini J pokoknya umi sama bapa tuh jadi cambuk gue buat ngeraih semua impian gue. Gue mau bungkam mulut mulut orang yang pernah ganggu keluarga gue yang udah ngejelk jelekin keluarga gue. Gue akhirnya kuliah di gundar karena gue dapet beasiswa jadi yaudah gue ngikutin aja.


Nah pas kuliah nih kelas 1 banyak banget cobaannya. Gimana engga gue pulang pergi depok-bogor naik angkot kereta yang kalo ga macet memakan waktu 2 jam. Kalo macet ataupun kereta gangguan ya bisa 3 jam lebih. Capeknya waktu kelas satu tuh beuh ga nahan apalagi kalo pas pulang hadeeuuh ripuh pokoknya. Di kelas satu ini gue juga ketemu orang orang baru dan tentunya berbeda pergaulannya sama temen temen gue dibogor. Nurul, estin, feni, resti, nana dan andra. Gue ketemu mereka dan sampai sekarang kami masih berhubungan walaupun udah berbeda kelas. Dikelas satu nilai gue juga cukup baik da nip juga lumayan tinggi. Pas mau naik kelas 2 gue dapet tawaran sarmag, itu adalah dimana beasiswa yang dalam waktu 5 tahun kita udah bisa dapetin gelar S2. Gue jalanin tesnya dan Alhamdulillah lulus, tapi gue ga bisa ambil kesempatan itu karena kendala biaya. Untuk bisa Sarmag gue harus bayar lagi 10juta ya walaupun bisa dicicil tapi gue gam au aja lebih nyusahin orangtua gue. kesempatan itu pun melayang dan gue nolak sarmag, gue pun masuk kekelas baru 2EB11, disini gue juga punya geng yani,nety,septy, sama grace. Dikelas 2 dan 3 ini pun nilai gue lumayan dan gue pikir itu bisa buat umi sama bapa seneng. Disini gue Cuma pengen buat umi sama bapa seneng liat nilai anaknya bagus, ya walaupun itu belum bisa bikin mereka full bahagia tapi gue disini mau sedikit bikin mereka senyum dan bangga. Sebentar lagi kelas 4 dan saatnya skripsi lalu lulus. Setelah itu gue bakal bikin mereka lebih bahagia dan gue Cuma pengen liat mereka tenang dirumah dan tinggal nyantai aja J insyaallah umi sareng bapa sakedap deui ani rek jadi jalma nu bisa nyieun umi jeung bapa bungah. 

Selasa, 01 Juli 2014

UMI

Siti Fatimah, ya beliau adalah sosok ibu yang telah melahirkan dan membesarkan saya. Umi biasa saya memanggilnya. Umi selalu membesarkan anak anak nya dengan caranya sendiri ya walaupun cara nya itu terkadang membuat saya kesal hehe saya mempunyai 2 saudara satu kakak laki laki dan satu adik perempuan. Teringat sejak dulu umi tidak pernah memanjakan anak anak nya, jika kami sudah berada dikelas 6 sd umi tidak akan mencuci baju kami lagi melainkan kamilah yang harus mencuci baju kami sendiri. Dan banyak hal lainnya yang harus kami kerjakan sendiri. Namun seiringnya waktu ketika kakak saya mulai bekerja dan ia pulang satu minggu sekali maka tugas mencuci itu kembali ke tangan umi begitupun ketika saya mulai kuliah diluar daerah dan pulang satu minggu sekali terkadang umi saya yang mencuci baju saya tanpa diminta, saya yakin beliau hanya ingin anak anak nya yang hanya pulang satu minggu sekali itu pulang hanya untuk istirahat.

Walaupun beliau sudah menua dan setiap melakukan pekerjaan berat pasti selalu ada anggota badannya yang sakit, umi tetap melakukan itu semua untuk kami. Bayarannya kami akan memijat anggota tubuh nya yang sakit itu. Kami sekeluarga sangat sering bercanda ria bersama, tertawa, saling memukul dan saling menjahili. Dibulan Ramadhan ini mengingat kan saya tentang baju baru. Dulu, sewaktu saya masih di smp keluarga saya mengalami kesulitan keuangan pada saat menjelang lebaran, saat itu kami tidak punya uang bahkan untuk membuat kue lebaran saja tidak ada. Satu malam sebelum lebaran ternyata bapak memberikan uang ke umi untuk membeli baju anak anak nya, tentu saja saya dan adik saya sangat senang namun, saya heran kenapa umi tidak cepat cepat mengajak kami ke pasar ciawi tempat biasanya kami membeli baju? Dan ternyata kami tau alasannya.  Umi bilang, “nanti malem aja ya beli baju nya dipasar ciawi pas takbiran biasanya jam jam segitu baju baju sedikit jadi lebih murah”, sedih jika teringat momen momen itu, hanya untuk mendapatkan baju lebaran yang murah kami harus belanja pada malam takbir jam 10 malam. Dan umi hanya membeli baju untuk saya dan adik saya saja, beliau bilang beli baju nya satu aja cukup soalnya beliau ga punya uang lagi. Dan ketika kami sama sekali tidak mempunyai kue, umi berinisiatif membantu uwa kami untuk membuat kue sehingga kami sedikit mendapat kue untuk lebaran.

Lebaran pun tiba kami mengenakan baju baru, sementara umi, bapak dan kakak saya hanya mengenakan pakaian lama mereka. Dulu umi sering sekali tidak membeli baju saat lebaran ataupun tidak maka dari itu beliau sering kesulitan memilih baju jika akan pergi ke suatu tempat. Akhirnya umi biasa mengenakan kaos jika akan pergi ke suatu tempat termasuk sekolah saya. Saya selalu berpikir saat saat jika umi saya pergi keseolah untuk mengambil rapor dan hanya mengenakan kaos biasa yang lusuh sementara ibu ibu yang lain mengenakan pakaian yang formal dan terlihat mahal serta mengenakan perhiasan, bagaimana perasaannya? Apakah beliau merasa minder atau bagaimana? Sampai sekarang saya tidak pernah tau jawabannya namun satu hal yang pasti adalah umi selalu mendahulukan kepentingan anak anak nya dan selalu memikirkan anak anaknya dibanding dirinya sendiri. Sejak saat itu entah kenapa saya kurang suka untuk membeli baju dan sejenisnya, walaupun sekarang keadaan umi telah berubah dikarenakan kondisi keuangan kami yang cukup meningkat dibanding sebelumnya. Mungkin karena factor umi, sosok ibu yang sangat hebat dan seorang istri yang sangat sabar.